Jalan Jalan Jalan JalanPanduan ringkas untuk pembaca yang ingin paham tanpa bertele-tele.
travel

Jalan-jalan ke Air Terjun Tersembunyi di Pulautuangku: Tips Hemat untuk Keluarga Muda

Pengalaman jalan-jalan ke air terjun tersembunyi di Pulautuangku. Tips hemat biaya dan waktu untuk keluarga muda yang ingin liburan singkat.

15 May 2026 · 2 menit baca · oleh Redaksi Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Air Terjun Tersembunyi di Pulautuangku: Tips Hemat untuk Keluarga Muda

Sejak tinggal di Pulautuangku, saya selalu mencari tempat jalan-jalan yang masih alami dan ramah di kantong. Beberapa minggu lalu, seorang teman lokal bercerita tentang Air Terjun Ula-Ula yang letaknya tersembunyi di balik perkebunan warga. Penasaran, saya ajak istri dan anak yang baru berusia lima tahun untuk mencoba. Kami berangkat dengan motor matik dari pusat kota, membawa bekal simpel: nasi goreng bungkus, air minum, dan tikar kecil. Perjalanan hanya sekitar 30 menit, tapi setelah melewati jalan setapak berbatu, kami benar-benar merasa seperti menemukan surga kecil.

Tips Jalan-jalan Hemat ke Air Terjun Ula-Ula

Buat yang ingin mencoba jalan-jalan ke tempat ini, berikut beberapa hal yang saya praktekan langsung. Pertama, waktu terbaik adalah pagi hari sekitar pukul tujuh. Udara masih sejuk dan sinar matahari belum terlalu terik. Anak saya bisa bermain air tanpa kedinginan karena airnya dangkal dan hangat. Kedua, jangan lupa bawa sandal gunung atau sendal jepit bekas. Jalur setapak setelah parkir cukup licin karena lumut, terutama setelah hujan. Saya sendiri hampir terpeleset, untungnya saya pegang ranting pohon. Ketiga, siapkan uang tunai kecil. Di pintu masuk, warga setempat menjaga kebersihan dan meminta sumbangan sukarela sekitar lima ribu rupiah per orang. Saya lihat uang itu dipakai untuk merawat tangga kayu dan membersihkan sampah. Keempat, bawa snack ringan dan air minum yang cukup. Di lokasi tidak ada warung, jadi kami duduk di bebatuan dekat air terjun sambil menikmati bekal. Suara gemericik air dan kicauan burung bikin anak saya betah berlama-lama.

Satu hal yang membuat jalan-jalan ini spesial adalah interaksi dengan UMKM lokal. Di parkiran, seorang ibu menjual gula aren cair yang diambil langsung dari pohon di kebunnya. Saya beli satu botol untuk oleh-oleh seharga lima belas ribu rupiah. Tidak ada kemasan mewah, tapi rasanya asli manis alami. Saya pikir, inilah yang membuat perjalanan hemat terasa kaya: kita bisa mendukung ekonomi warga sambil menikmati keindahan alam.

Hari itu kami pulang tepat sebelum azan zuhur. Anak saya tertidur di boncengan, wajahnya masih semringah. Saya menyadari bahwa jalan-jalan sederhana seperti ini justru meninggalkan kenangan yang paling kuat. Tidak perlu biaya besar atau tempat hits di media sosial. Cukup kemauan untuk menjelajah dan hati yang terbuka pada cerita-cerita kecil dari tempat tersembunyi. Jika ada rezeki lebih, saya ingin mengajak tetangga yang juga punya balita untuk ikut minggu depan. Air terjun Ula-Ula membuktikan bahwa keindahan Indonesia seringkali ada di pojok-pojok yang tak terduga.

Catatan: sumber resmi

Tag: #wisata alam #pulautuangku #tips hemat #jalan-jalan